28 October 2020, 12:51

Buru Caleg PDIP, KPK Koordinasi ke Polri Minta Bantuan Interpol

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera berkoordinasi dengan Polri untuk meminta bantuan Interpol guna memburu caleg sekaligus kader PDIP, Harun Masiku. Harun diketahui telah menyandang status tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan PAW anggota DPR asal PDIP.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Polri untuk meminta bantuan NCB Interpol,” ungkap Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020).

Hal itu disampaikan Gufron sekaligus merespon pernyataan Ditjen Imigrasi. Pihak Imigrasi mengklaim, Harun telah meninggalkan Indonesia dan terbang ke Singapura melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari.

Dengan demikian, Harun telah berada di negeri jiran dua hari sebelum KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020) lalu. Dalam OTT itu Tim Satgas menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan serta tujuh orang lainnya.

Diyakini Ghufron, KPK bersama kepolisian dan Interpol dapat menangkap Harun. “Saya kira untuk penjahat koruptor tidak akan sulit ditemukan,” ujar Guhfron.

KPK, lanjut Ghufron, berkoordinasi dengan Menkumham terkait hal ini. Selain itu, kata Ghufron, KPK juga terus mengimbau agar Harun segera menyerahkan diri.

“Kami imbau yang bersangkutan segera menghadap ke KPK, kalau pun tidak nanti kami akan tetap cari dan kami masukkan dalam DPO,” tegas Ghufron.

Hingga saat inu belum dilakukannya pencekalan terhada Caleg PDIP Harun Masiku. “Belum ada,” ujar Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Ahmad Nursaleh saat dikonfirmasi terpisah.

KPK dalam kasus ini telah menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024. KPK juga turut menetapkan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP, Harun Masiku serta seorang swasta bernama Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sebesar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan adik ipar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Presiden Jokowi Jadi Pembicara Kunci di ADNEC

Read Next

Menpora Berharap Pencak Silat Masuk Olimpiade