Buktikan Afiliasi Eddy Sindoro dan Lippo Group, KPK Hadirkan Ahli Pidana Korporasi

Tersangka Eddy Sindoro memberikan komentar terhadap awak media setelah resmi ditahan KPK atas kasus dugaan suap penanganan perkara di PN Jakarta Pusat

Daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin membuktikan afiliasi terdakwa Eddy Sindoro dengan sejumlah perusahaan di bawah Lippo Group. Upaya pembuktian tersebut dilakukan dengan menghadirkan ahli korporasi Yunus Husein dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (8/2/2019).

“Kami ingin membuktikan afiliasi terdakwa dengan korporasi (Lippo Group) ,” kata Jaksa KPK, Ni Nengah Gina Saraswati.

Tim kuasa hukum Eddy awalnya keberatan Yunus dihadirkan sebagai ahli. Pasalnya, klaim kuasa hukum Eddy, Yunus dikenal sebagai ahli pencucian uang. Kuasa hukum Eddy beralasan, dalam surat dakwaan jaksa tidak mendakwa Eddy dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Namun, mantan Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) itu menerangkan, dirinya banyak diminta menjadi ahli dalam masalah pidana korporasi.

Diketahui, Yunus merupakan ketua tim perumusan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang Beneficial Owner. Yunus selain itu juga ikut menyusun peraturan Mahkamah Agung tentang pidana korporasi.

Eddy Sindoro sendiri didakwa memberikan suap sebesar Rp 150 juta dan 50.000 dollar Amerika Serikat kepada panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution. Diduga uang tersebut diberikan terkait perkara hukum sejumlah perusahaan di bawah Lippo Group.

Pertama, agar Edy Nasution menunda proses pelaksanaan aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP). Kedua, suap juga sebagai pelicin agar Edy menerima pendaftaran peninjauan kembali (PK) PT Across Asia Limited (PT AAL) meskipun sudah melewati batas waktu yang ditentukan oleh undang-undang.

(Rangga Tranggana)