27 January 2021, 19:32

Buka Masa Sidang 2020-2021, Ketua DPR Sebut Dampak Covid-19 Sangat Dirasakan Rakyat

Puan Maharani – dok DPR

daulat.co – Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani hari ini, Senin 11 Januari 2021, membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan Tahun Sidang 2020-2021 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Saat membacakan pidato pembukaannya, Puan menegaskan bahwa DPR RI berkomitmen membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Komitmen itu dilakukan lewat tiga fungsinya, legislasi, anggaran, dan pengawasan.

“DPR RI memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut melakukan upaya-upaya terbaik melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, dalam mengatasi pandemi Covid-19,” kata dia.

Dewan juga ingin memastikan di masa pandemi saat ini, tugas-tugas negara tetap dapat berjalan baik dengan memperhatikan protokol kesehatan dan kehadiran secara fisik sebanyak 20 persen. Negara tidak boleh berpasrah diri menghadapi situasi terkini.

Sebaliknya, justru harus melakukan upaya-upaya terbaik agar mampu melindungi seluruh rakyat Indonesia sekaligus menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Disebutkan Puan, sejak kasus Covid-19 pertama yakni 2 Maret 2020 hingga kini, masyarakat merasakan dampaknya. Bahkan, hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti dan berdampak pada menurunnya derajat kesejahteraan rakyat, baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya.

Akibat pandemi ini arah kebijakan ekonomi nasional bahkan global ikut berubah. Memasuki tahun 2021 ini diproyeksikan ekonomi global dan nasional membaik. Namun, risiko ketidakpastian masih sangat tinggi.

Karenanya, lanjut legislator Dapil Jawa Tengah V itu, dalam pelaksanaan fungsi anggaran, DPR akan terus memperkuat pelaksanaan APBN 2021 sebagai stimulus pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, pemulihan kesejahteraan rakyat dan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional, termasuk mendukung upaya terbaik pemerintah dalam menyediakan vaksin Covid-19 terus diperkuat. Pemerintah dan DPR sendiri pada tahun 2021 telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen.

“Pencapaian target tersebut akan sangat ditentukan oleh ketersediaan dan efektivitas vaksinasi, konsistensi berbagai upaya pengendalian pandemi, kecepatan dan efektivitas berbagai kebijakan pemulihan ekonomi, serta berbagai agenda reformasi,” kata Puan.

Memang membutuhkan usaha ekstra untuk mencapai target pertumbuhan tersebut sebab target pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh dinamika wabah Corona. Oleh karena itu, kesehatan publik dan pengendalian pandemi harus tetap menjadi prioritas utama agar pembukaan kembali aktivitas ekonomi dapat terjadi secara lebih luas dan aman.

“Keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat harus berperan bersama dengan ekonomi nasional,” pungkasnya.

(Sumitro)

Read Previous

PAW Fraksi Gerindra, Bimantoro Dilantik Gantikan Soepriyanto

Read Next

Terkesan Buru-buru, Debby Kurniawan Minta Pemerintah Kaji Ulang Peniadaan Rekrutmen CPNS 2021