BPIH 1440H/2019M Ditargetkan Selesai Akhir Desember 2018

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/11/Menag-5.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pembahasan rencana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M, dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kuota, layanan akomodasi di Makkah dan Madinah, biaya tiket pesawat, katering, serta transportasi. Termasuk juga fasilitas koper dan tas jinjing (handbag) yang akan diberikan kepada jemaah. Disampaikan Menag saat memimpin rapat Pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (08/11).

Menurut Menag rancangan ini masih bersifat tentatif. Tim Ditjen PHU akan melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan biaya setiap komponennya. Untuk itu tim Ditjen PHU juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji dalam proses penyusunan ini.

Menag menggarisbawahi sejumlah hal, antara lain terkait dengan fasilitas pendingin tenda di Arafah, apakah akan menggunakan kipas angin, ataukah AC. Juga terkait dengan koper jemaah. Untuk itu, Menag minta koper tahun depan lebih baik lagi.

“Kapasitas koper agar lebih besar dari tahun lalu dan bahannya lebih kuat. Untuk tas jinjing agar dibuat lebih fleksible. Buku manasik agar lebih cepat didistribusikan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH. Jangan terlambat,” kata Menag.

Dalam kesempatan ini Menag juga menuturkan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M ditargetkan selesai pada akhir Desember 2018 atau Januari 2019.

Hadir dalam pertemuan ini, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali, Sesditjen Ramadhan Harisman, Direktur Pengelolaan Dana Haji Maman Fathurahman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Muhajirin Yanis, Direktur Bina Haji Khoirizi, dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.

 

(M Nurrohman)