7 March 2021, 21:10

Bantuan Operasional Pencegahan Covid-19 Kemenag Sudah Terserap 85 Persen

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur - dok Kemenag

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur – dok Kemenag

daulat.co – Kementerian Agama telah menyalurkan bantuan operasional (BOP) dalam rangka pencegahan Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi nasional (PC PEN). Bantuan diberikan kepada Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada akhir tahun 2020.

Data per 18 Januari 2021, tercatat ada 18.286 pesantren, 55.392 MDT, dan 90.670 TPQ yang sudah menerima BOP. Selain itu, ada 13.248 lembaga pendidikan Islam yang mendapat bantuan untuk menunjang pembelajaran dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kemenag mendapat alokasi BOP Pesantren sebesar 2,5 triliun. Meski prosesnya di akhir tahun, alhamdulillah terserap hingga 2,22 triliun atau sekitar 85%. Itu sudah terdistribusi kepada pesantren, MDT, TPQ yang berhak, termasuk juga bantuan daring,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur di di Jakarta, Rabu (20/01).

Disampaikan, masih ada sekitar 15% anggaran yang belum terserap, karena pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menerima belum melakukan aktivasi/pencairan di Bank Penyalur hingga melewati tahun anggaran 2020. Pihaknya telah bersurat ke BPK dan Itjen Kemenag dan saat ini telah dilakukan proses review.

BOP Pesantren sendiri diberikan dalam tiga kategori berdasarkan jumlah santri. Pesantren kecil dengan santri di bawah 500, mendapat BOP Rp 25 juta. Total ada 14.907 pesantren kategori ini yang terdaftar sebagai penerima bantuan.

Untuk kategori pesantren sedang, dengan 500 – 1000 santri, mendapat bantuan sebesar Rp40juta. Ada 4.032 pesantren yang terdaftar sebagai penerima BOP. Kategori ketiga adalah pesantren besar, dengan santri lebih 1000 orang. Pesantren ini mendapat BOP sebesar 50 juta dengan jumlah yang terdaftar ada 2.234 pesantren.

“BOP untuk 62.153 MDT dan 112.008 TPQ, masing-masing sebesar Rp10 juta. Sementara untuk bantuan PJJ bagi 14.115 lembaga keagamaan Islam, masing-masing sebesar Rp15juta,” jelas Waryono.

Kemenag berharap, penyaluran BOP 2020 ini dapat meringankan biaya operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, serta membantu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ini juga bagian dari wujud afirmasi pemerintah terhadap pesantren dan pendidikan keagamaan Islam,” pungkasnya.

(M Nurrohman)

Read Previous

SP2HP Kasus Penggelapan Aset Yayasan SHT Terbit, Semua Pihak Diminta Hormati Proses Hukum di Kepolisian

Read Next

Hore, Keringanan UKT PTKIN Diperpanjang Kemenag