Bamus DPRD Purworejo Merasa Disepelekan, Setjen DPR Sarankan Konsultasi ke Kemendagri

Gedung Kemendagri
Gedung Kemendagri

daulat.co – Kepala Biro Persidangan I Muhammad Dimyati Suudja menyarankan DPRD Kabupaten Purworejo mengkonsultasikan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota kepada Kementerian Dalam Negeri RI.

“Hal inipun harus dikonsultasikan dengan Mendagri. Apa sih background-nya merubah acara bamus harus melalui paripurna. Mungkin supaya kuat. Tapi kalau untuk paripurna itu akan sangat membutuhkan proses,” kata dia usai memimpin pertemuan dengan DPRD Kabupaten Purworejo terkait konsultasi soal pelaksanaan tugas Badan Musyawarah DPRD dengan terbitnya PP Nomor 12 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan Tata Tertib DPRD, Kamis (17/5).

“Kalau di DPR ada rapat konsultasi pengganti bamus. Di Bamus DPR ada rapat Bamus atau rapat konsultasi pimpinan dewan dan pimpinan fraksi untuk mengganti merubah acara bamus itu sendiri. Oleh karenanya silahkan konsultasi lebih dalam ke Kementerian Dalam Negeri,” sambungnya.

Menurutnya, dengan adanya PP No. 12 Tahun 2018 yang mengharuskan adanya Rapat Paripurna DPR RI untuk merubah acara Bamus, dirasa akan mempunyai kendala tersendiri, terkait mekanismenya yang pasti akan sangat berat.

“Setiap perubahan harus Paripurna bagaimana mekanismenya, itu akan semakin berat,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Bamus DPRD Kabupaten Purworejo Toha Mahasid merasa bahwa Bamus di DPRD itu seperti disepelekan dan tidak mempunyai kewenangan yang cukup kuat, dibanding dengan alat kelengkapan dewan daerah lainnya.

Terlebih permasalahan yang kerap terjadi di Bamus DPRD adalah adanya keputusan yang dihasilkan Bamus bisa dirubah oleh Pimpinan Dewan tanpa sepengetahuan Anggota Bamus lainnya. Kemudian, terkait persoalan perpindahan Anggota Bamus ke AKD lainnya yang cukup sering, sedangkan menurut PP Nomor 12 Tahun 2018 minimal perpindahan Anggota ke Alat Kelengkapan Dewan lainnya itu jangka waktunya adalah 2,5 tahun.

“Karena di kami juga ada yang ganti, setahun ganti gitu pindah ke AKD yang lain, lah ini kita ingin tahu sebenernya seperti apa, ternyata di PP yang baru itu 2,5 tahun itu berbeda dengan di pusat,” ucapnya.

Selanjutnya, Toha akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan memberikan pemahaman dan pertemuan yang intensif kepada rekan-rekan Anggota Bamus DPRD Kabupaten Purworejo, bahwa posisi Bamus DPRD Kabupaten Purworejo tidaklah sepele.

“Kami akan lebih intensifkan pertemuan-pertemuan dan juga nanti pemahaman tentang posisi dirinya yang sebenarnya bukan sepele. Ini akan lebih kita berdayakan dan sebarkan kepada teman-teman yang mungkin tidak hadir ke sini,” tutupnya.

(M Abdurrahman)