28 January 2020, 11:49

Bambang Pacul Sebut Pencalonan Gibran di Pilwalkot Solo Bisa Melalui Jalur Khusus

daulat.co – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyatakan bahwa aturan di internal partainya berbeda dengan aturan institusi lain, semisal seperti aturan di TNI. Aturan di partainya fleksibel dan ada semacam hak prerogratif yang dimiliki Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Ia menekankan demikian sejalan dengan pencalonan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo 2020. Gibran disebut-sebut terkendala aturan internal partai yang menyatakan calon kepala daerah yang diusung PDIP harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai dan telah menjadi anggota selama tiga tahun berturut-turut.

“Begini, nomor satu peraturan di partai politik itu jangan disamakan dengan peraturan di TNI. Kalau di TNI tinggi 63, syarat 65, 63 enggak bisa dong. Di PDIP itu ada wilayah-wilayah khusus,” jelasnya disela konferensi pers Rakernas I dan HUT PDIP Ke-47 di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro No. 58, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 08/01/2020,

“Apa yang disebut wilayah khusus, itu di samping kewenangan DPP, itu ada di AD/ART, kewenangan DPP partai juga masih ada lagi hak prerogatif Ibu Ketua Umum. Jadi ada pertimbangan yang dianggap khusus, misalnya secara peraturan itu keputusan, di atas keputusan DPP itu keputusan peraturan, tapi di atas itu masih ada lagi ketua umum,” sambung Bambang Pacul.

Disampaikan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dipilih melalui forum tertinggi partai yaitu kongres. Keberadaan unsur pimpinan lain seperti dirinya di struktural itu salah membantu Ketua Umum seperti misalnya untuk urusan pemenangan Pemilu.

“Kelasnya Bambang Pacul itu membantu ketua umum. Itu pun bisa membatalkan peraturan yang kamu bikin tadi, ada satu statement dari ketua umum,” jelasnya.

Jadi, apakah Gibran tetap memungkinkan maju dalam Pilwalkot Solo 2020? Bambang Pacul menyatakan ‘mungkin’. Sebab Ketua DPP PDIP Puan Maharani bilang mungkin, begitu juga dengan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto yang mengatakan ‘mungkin’.

“Bambang Pacul bilang enggak mungkin? Cari penyakit,” pungkasnya.

(Sumitro)

Read Previous

Larang Pungutan Untuk Rakernas dan HUT Ke-47, PDIP Keluarkan Surat Edaran

Read Next

KPK Tangkap Komisioner KPU