27 January 2021, 20:32

Baitul Muslimin Indonesia Dorong Polisi Usut Tuntas Kasus Pembakaran Pesantren di Lamongan

Bamusi

daulat.co – Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah memiliki kontribusi nyata dalam mencerdaskan bangsa. Bukan hanya pada era modern, peran pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sudah berlangsung lama, yakni sejak sebelum Indonesia merdeka hingga hari ini.

Demikian ditekankan Faozan Amar, Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, dalam keterangannya kepada daulat.co, Senin 11 Januari 2021. Faozan menyatakan demikian sejalan dengan teror dan pembakaran Pondok Pesantren  (Ponpres) Al Furqon di Lamongan Jawa Timur.

Menurutnya, pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo, memberikan perhatian besar terhadap lembaga pendidikan pesantren. Ia menyinggung salah satu pernyataan Jokowi saat bersilaturahmi dengan KH Munif Muhammad, Pengasuh Pesantren Girikesumo, di Desa Banyumeneng, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 19 Oktober 2018 silam.

“Ke depan kita ingin memberikan perhatian kepada pondok pesantren dan para santri dalam rangka pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang akhlakul karimah, yang memiliki kemampuan tinggi, dan yang bisa berkompetisi dengan negara lain,” kata Faozan mengutip pernyataan Presiden dimaksud.

Atas dasar itu, Baitul Muslimin Indonesia merasa heran dengan munculnya teror terhadap pesantren. Dan lagi, teror itu berulang, yakni pada 1 Januari dan 8 Januari 2021. Padahal kontribusinya selama ini sangat jelas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Jika melihat kontribusi yang besar dari pesantren serta harapan Presiden yang besar terhadap pesantren dan santri, maka menjadi aneh dan janggal ada yang melakukan teror dan pembakaran Pondok Pesantren (Ponpres) Al Furqon di Lamongan Jawa Timur sampai 2 kali dalam sepekan,” jelas Faozan

“Tentu ini sangat memprihatinkan. Apalagi terjadi pada saat bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Karena itu, polisi harus mengusut tuntas dalang dan pelaku teror dan pembakaran pesantren tersebut hingga ke akar-akarnya,” sambungnya.

Baitul Muslimin Indonesia mendorong kasus tersebut dibawa ke ranah hukum sehingga ada hukuman yang setimpal bagi pelakunya. Selain itu, sekaligus memberikan efek jera agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

(Sumitro)

Read Previous

KPK Jebloskan Tersangka Merintangi Penyidikan Nurhadi ke Bui

Read Next

PAW Fraksi Gerindra, Bimantoro Dilantik Gantikan Soepriyanto