Bahlil: Jokowi Memihak UMKM, Infrastruktur Prasyarat Membangun Ekonomi

Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia (Kiri) dan Koordinator Media TKN Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, Monang Sinaga.

Daulat.co – Direktur Penggalangan Pemilih Muda, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Bahlil Lahadalia menegaskan banyak kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi yang menunjukkan keberpihakannya pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Misalnya kaitan dengan persoalan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tidak disetujui oleh Pak Jokowi dalam paket kebijakan ekonomi ke-16. DNI ini dikeluarkan oleh menko perekonomian tapi tidak disetujui oleh Jokowi sebagai bentuk keberpihakannya pada sektor UMKM,” jelas Bahlil.

Dijelaskan Bahlil, dalam paket kebijakan ekonomi itu ada tiga. Yakni terkait pelonggaran tax holiday, insentif Devisa Hasil Ekspor (DHE), dan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

“Tax holiday dan DHE disetujui, namun DNI ditarik dari paket kebijakan ekonomi. Ini merupakan pesan betapa keberpihakan Pak Jokowi bagi pemertaan ekonomi yang lebih kuat melalui instrumen UMKM. Ini seorang pemimpin bangsa,” jelas Bahlil.

Ketua Umum Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini juga menjelaskan, banyak pengusaha yang mendukung Jokowi karena ada harapan besar bahwa ekonomi Indonesia jauh akan lebih baik di masa mendatang. Tak ada tendensi lain bagi pengusaha selain adanya harapan besar akan perbaikan ekonomi kedepan.

Sebagai seorang pengusaha, Bahlil melihat kebijakan Jokowi dalam membangun Indonesia betul-betul dijalankan. Satu hal yang paling nyata dan belum pernah terjadi adalah upaya melakukan pemerataan pembangunan yang tidak hanya fokus pada satu wilayah.

“Dulunya pembangunan hanya fokus di Jawa dan pembangunan hanya bertumpu pada Pulau Jawa. Sekarang sudah bergeser ke semua wilayah. Tak bisa dipungkiri bahwa kesempatan teman-teman di daerah untuk jadi pengusaha skala nasional sangat terbuka saat ini,” jelas Bahlil.

Hal ini terjadi karena Jokowi secara konsisten melakukan pembangunan infrastruktir di daerah-daerah. Dan ini adalah prasyarat penting dalam menjalankan roda ekonomi.

“Kan tak mungkin kita membangun usaha tanpa infrastruktur memadai. Adalah bohong kalau dibilang usaha bisa jalan tanpa infrastruktur. Ini sudah jelas makanya banyak pengusaha yang mendukung Pak Jokowi,” tegas Bahlil.

(M Sahlan)