Artidjo Alkotsar, Wujud & Kekuasaan Kehakiman Sesungguhnya

Artidjo Alkotsar
Artidjo Alkotsar

daulat.co – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menilai sosok Hakim Agung Artidjo Alkostar sangat dikagumi sekaligus disegani di dunia hukum. Politisi PDI Perjuangan itu bahkan menilai jika Artijo Alkotsar sebagai Pengadil yang baik.

“Beliau salah satu aset bangsa yang mampu menjadi pengadil yang sangat baik. Memperlihatkan wujud dan karakter serta watak kekuasaan kehakiman yang sesungguhnya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/5).

Arteria memberikan penilaian demikian menyusul pensiunnya Artidjo Alkostar. Menurutnya, Artidjo merupakan aset bangsa yang bekerja penuh dedikasi dan berintegritas. Seiring usianya yang memasuki 70 tahun ia secara resmi pensiun sebagai Hakim Agung per 1 Juni 2018.

Berdasarkan Pasal 11 huruf b UU Mahkamah Agung, hakim agung yang sudah berusia 70 tahun akan diberhentikan dengan hormat oleh Presiden atau atas usul Mahkamah Agung sendiri. Artidjo sendiri lahir di Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1964 silam.

Artidjo diangkat menjadi hakim agung pada tahun 2000. Saat itu, Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menjadi sosok dibalik majunya Artidjo untuk mendaftar menjadi calon hakim agung.

“Pada diri beliaulah kita belajar bahwa kebahagiaan itu bukan dari materi yang kita dapat, tapi dari apa yang kita perbuat untuk umat. Saya yakin betul jajaran Mahkamah Agung juga sangat kehilangan,” ucap Arteria.

“Saya pribadi sangat tidak sependapat terkait dengan masa jabatan hakim agung. Parameternya bukan di usia, tapi harusnya pada kecakapan selama menjalankan profesi hakim. Semakin lama dia menjadi hakim justru putusannya semakin baik, arif, dan bijaksana,” sambungnya.

(M Abdurrahman)