Arskal Salim: Bulan Ramadan Momentum Untuk Lakukan Perbaikan Ibadah

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Arskal.jpg

daulat.co –  Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim menuturkan bahwa dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan bagaikan proses mengisi baterai ibadah. Jika selama 11 bulan lalu banyak ibadah yang tidak rapi dan masih banyak bolong-bolong, Ramadanlah momentum melakukan perbaikan.

“Bulan Ramadan untuk ngecas sehingga setelah Ramadan kita sudah penuh isi baterainya dengan semangat dan spiritualitas kita bertambah,” kata Arskal saat memberikan kultum Ramadan setelah Dzuhur di Musholla At-Tarbiyah Ditjen Pendis Kemenag lantai VIII, Senin (21/05).

Menurutnya, bulan istimewa itu Ramadan. Banyak orang berlomba meningkatkan amal ibadanya, mulai dari shalat wajib berjamaah, teraweh, tahajud dan menghatamkan Alquran.

“Amaliyah Ramadan kita itu menjadi bukti bahwa kita semua menerima kehadiran Ramadan dengan penuh suka cita dan semangat,” kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Di bulan suci ini, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan  setan dibelenggu. Hal ini menjadi momen penting untuk umat Islam menjadikannya bulan penuh ibadah.

Kepada jamaah, Arskal berpesan untuk menghadirkan semangat dan spirit Ramadan di tempat kerja. Karena kerja merupakan bagian dari ibadah.

“Setelah Ramadan usai, kita akan semangat seperti bulan Ramadan dalam merancang dan mengimplementasikan program-program pendidikan Islam,” kata Arskal.

M Isom Yusqi selaku Ta’mir Mushola At-Tarbiyah menyampaikan, selama Ramadan banyak acara yang dilaksanakan seperti Dzuhur dan Ashar berjamaah, tadarus Alquran, kultum Ramadan ba’da Dzuhur, buka bersama dan santunan kepada ASN Golongan II dan cleaning servis.

Menurut Ditjen Pendis Kemenag, semua rangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadan, dibiayai dengan biaya mandiri dari para jamaah bukan dengan anggaran APBN.

 

(M Nurrohman)