Amalan Ramadan Harus Bisa Diaktualisasikan Untuk Pengembangan Umat

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/06/Mensos.jpg

daulat.co – Menteri Sosial Idrus Marham berharap untuk umat muslim bisa melestarikan nilai-nilai bulan suci ramadan pada sebelas bulan berikutnya. Dengan begitu seorang muslim dapat diartikan sedang mengaktualisasikan amalan di luar ramadan itu dengan matang. Disampaikan dalam acara Istiqlal Berbagi Santunan 1.000 Anak Yatim  di Ruang Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (08/06)

“Santunan 1.000 anak yatim ini adalah salah satu dari sekian banyak amalan di Bulan Suci Ramadan. Harapan saya, bagaimana di luar bulan Ramadan, nilai-nilai Ramadan bisa kita aktualisasikan, dalam rangka pembinaan dan pengembangan umat,” kata Idrus.

Menurut Idrus, acara ini dilaksanakan berkat kerja sama antara Kementerian Sosial, Masjid Istiqlal dan BNI.  Dan acara ini merupakan bentuk tanggung jawab agar keberadaan masjid bisa dikembangkan oleh umat muslim.

“Selaku Mensos yang pernah aktif di BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), saya merasa terpanggil, mempunyai tanggung jawab moral, mempunyai tanggung jawab agar bagaimana masjid kita ini bisa dikembangkan menjadi pusat pengembangan umat. Ini yang perlu kita pikirkan ke depan,” ucap Mensos.

Mensos berharap, ada hal lain yang lebih besar yang bisa dikerjasamakan, antara Kemensos, Kemenag dan lembaga lainnya, agar ke depan, agama mampu menjadi landasan moral pembangunan bangsa kita secara sungguh-sungguh dan nyata.

“Saya sering diskusi dengan Imam Besar Istiqlal. Saya berani (berbicara) begini karena mendapat arahan dari Bapak Presiden Jokowi agar agama, agar masjid mampu menjadi pusat pemberdayaan umat. Ada 26 item di Kemensos. Anak yatim adalah salah satunya. Kemensos siap bekerja sama dengan berbagai pihak, agar bangsa ini makin lebih baik,” tutur Mensos.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin, yang mewakili Kemenag, dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Masjid Istiqlal dengan lembaga lainnya.

“Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Istiqlal adalah masjid negara. Harapan kami, apa yang dilakukan oleh Istiqlal ini, bisa ditiru oleh masjid lainnya,” terang Dirjen Bimas Islam.

Dalam kesempatan ini, Amin juga menyambut baik terkaiat ajakan kerja sama dari Kementerian Sosial. Menurutnya, banyak program kerja dari Bimas Islam yang tidak bisa dikerjakan sendiri.

“Kita bisa bekerja sama, bisa bersinergi satu sama lain, dengan lembaga lain, hal ini untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat luas,” imbuh Dirjen Bimas Islam.

Wakil Ketua Badan Pelaksana Masjid Istiqlal Bahrul Hayat yang mewakili pihak masjid mengatakan bahwa tiap Ramadan, masjid Istiqlal bekerja sama dengan beberapa pihak menyelenggarakan santunan 1.000 anak yatim.

“Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Sehingga kita mampu pro aktif dalam mensejahterakan masyarakat. Masjid Istiqlal Ramadan ini, tiap hari ada 4 – 5 ribu umat Islam berbuka bersama di Istiqlal. Jika Sabtu – Ahad, bahkan bisa sampai 8 ribu umat Islam yang berbuka bersama dengan kami di Masjid,” tutur Bahrul Hayat.

Untuk diketahui, dalam santunan kali ini setiap anak yatim mendapat santunan Rp 400 ribu, Alquran dan mukena. Turut hadir dalam Istiqlal Berbagi, Direktur Kepatutan Bank BNI, Endang Hidayatullah.

 

(M Nurrohman)