Aktivis Muda Muhammadiyah Apresiasi Seruan Jokowi untuk Hijrah

Daulat.co – Ajakan Presiden Jokowi untuk melakukan hijrah (berpindah) dari hal-hal negatif menuju hal positif mendapat apresiasi kalangan pemuda.

Salah satunya oleh Muhammad Husen Db, Dosen dan Wasekjen Koordinator Nasional Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM). Ia menilai ajakan untuk hijar yang disampaikan Presiden Jokowi itu bertujuan untuk perbaikan bangsa.

“Kita apresiasi gerakan baik ini, sebagai wujud cinta kita terhadap bangsa ini. Bangsa yang berhijrah untuk kebaikan masyarakatnya. Berhijrah untuk kemajuan bangsa,” kata Husen Db, dalam keterangannya, Selasa (6/11/2018).

Sebagai Pemuda ormas Muhammadiyah, Husen menilai seruan Jokowi itu ibarat Amar Ma’ruf Nahi Mingkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah pada keburuhan). itu berarti berpindah ke jalur yang lebih baik, berhijrah dari semua tingkah laku yang mengkerdilkan bangsa ini.

“Tingkah laku yang pesimisme menjadi optimisme. Hindarkan diri kita dari sifat tempramental menjadi keramahtamahan. Karena keramahtamahan adalah nilai luhur yang tidak boleh dilunturkan oleh siapapun,” ujarnya.

Hal ini menjadi penting karena dirinya menilai keterpurukan Indonesia pada era lama yang menghantui soal kebebasan. Maka di era kebebasan ini tidak boleh lagi diporakporandakan seakan harus kembali para zaman kelam itu.

“Maka sejatinya, kita bersegera, bergegas untuk menuju kebangkitan bangsa ini. Bangsa yang berfatsun keadilan sosial bagi suluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Kata dia, cerita panjang soal hijrah banyak didapatkan melalui energi positif yang diajarkan oleh para nabi dan filsuf dunia. Para nabi telah mengajarkan betapa hijrah menjadi sebuah peluang yang mensejahterakan. Para filsuf juga banyak mengikuti pola ini menjadi sebuah narasi baik untuk mencapai sebuah kebangkitan.

“Dan sudah seharusnya pemimpin negeri ini menjadikan gerakan hijrah bersama menuju yang disebut dengan baldatun thaibatun wa robbun ghofur,” ulasnya.

Sebelumnya, ada empat poin hijrah yang disampaikan oleh Jokowi. Pertama, Jokowi mengajak untuk berhijrah dari pesimisme menuju ke optimisme. Kedua, dari individualisme menuju ke kolaborasi. Ketiga, dari marah-marah ke sabar. Keempat, dari monopoli ke persaingan sehat.

(M Sahlan)