Ace: Politik Genderuwo Meraih Simpati Dengan Menakut-nakuti Masyarakat

Jubir TKN Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily memberi keterangan pers di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta

Daulat.co – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin Ace Hasan Syadzily mengatakan, istilah Politik Genderuwo yang disampaikan Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengandung pesan agar politik jangan sampai membiat Indonesia pecah dan saling menjatuhkan.

“Pak Jokowi mengingatkan kita semua bahwa perbedaan politik itu biasa dalam negara demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan dalam berpolitik. Politik jangan membuat kita semua menjadi terpecah-pecah. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Demokrasi jangan membuat kita terpecah belah,” ujar Ace.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, politik genderuwo itu adalah istilah simbolik yang ditunjukan kepada pihak-pihak yang selalu melontarkan pandangan-pandangan yang pesimistis tentang bangsa Indonesia.

Politikus genderiwo, lanjut Ace, adalah mereka yang melontarkan pandangan politik ketidakpastian, pesimisme dan kebohongan. Seakan-akan Indonesia akan menghadapi krisis ekonomi yang menakutkan dengan menyebut bahwa harga-harga di pasar mengalami kenaikan. Sehingga mendorong masyarakat menjadi khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Padahal kalau dilihat situasi dan kondisinya ya semakin membaik. Coba lihat saat ini nilai tukar dolar Amerika sudah mulai menjinak ke kisaran Rp 14.600-an yang kemarian menembus Rp 15.000an. Angka inflasi yang masih dapat dikendalikan. Pemerintah diam-diam bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi tekanan ekonomi pasar,” tegas Ace.

Dijelaskan Ace, politik genderuwo yang disampaikan Jokowi tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu, tetapi kepada siapa pun politisi yang selalu melontarkan pandangan-pandangan dan narasi yang pesimistik, ketakutan dan ketidakpastian.

(M Sahlan)