Abdul Manaf & Pri Pambudi Teguh, Dua Calon Hakim Agung Diajukan KY ke DPR

Gedung Komisi Yudisial (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)
Gedung Komisi Yudisial (Foto: Dedy Istanto/daulat.co)

daulat.co – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan jika Komisi Yudisial (KY) hanya meloloskan dua calon hakim agung untuk mengisi kebutuhan hakim agung yang kosong di Mahkamah Agung (MA). Dua calon hakim agung ini nantinya akan segera diajukan ke Komisi III yakni, Abdul Manaf dari Kamar Agama dan Pri Pambudi Teguh dari Kamar Perdata.

Dalam pertemuan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dengan Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari di Gedung DPR, Senayan, Selasa (5/6), diketahui jika banyak calon hakim yang tidak lolos tes kualitas berupa kompetensi dasar hukum.

Di sisi lain, MA sebenarnya masih membutuhkan delapan lagi calon hakim agung. Dimana enam diantaranya diketahui kosong dan dua lagi untuk menggantikan dua hakim agung yang segera memasuki masa pensiun.

“Dari sisi DPR kita akan melanjutkan ini menjadi sebuah usulan yang akan dibicarakan di Komisi III dan akan kita ambil keputusan di Rapat Paripurna,” jelas Fadli.

Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari mengatakan jika secara keseluruhan ada 85 calon hakim yang mendaftar. Dari jumlah itu, tercatat yang lolos administrasi 74 orang dan dari 74 itu hanya 23 orang yang lolos saat memasuki tes kualitas.

Pada tahap lanjutan, yakni tes kepribadian, tercatat hanya 8 orang yang lolos. Kemudian pada tahap akhir, dari 8 orang itu yang lolos tes wawancara hanya 2. Dua calon hakim itulah yang kemudian diajukan ke DPR RI untuk mengikuti fit and profer tes di Komisi III.

KY sendiri telah melakukan tes berdasarkan kriteria dan parameter yang telah ditetapkan Peraturan Komisi Yudisial sendiri. Untuk tes kualitas, soal-soal yang diberikan merupakan pertanyaan para pakar hukum.

Pada tes kualitas ini, para calon mengajukan hasil kerja profesinya berupa putusan pengadilan bagi para hakim karir. Bagi calon hakim agung non karir bisa menunjukkan disertasi atau opini ilmiah di media massa.

Pada tes asesmen atau kepribadian, KY sudah bekerja sama dengan Quantum Intenasional dan tes kesehatan bekerja sama dengan RSPAD. Mengenai pengganti mantan Hakim Agung Artidjo Alkosar, Pimpinan KY menyampaikan belum ada penggantinya, karena dua calon hakim yang lolos hanya untuk mengisi kamar agama dan kamar perdata. Sementara Artidjo ada di kamar pidana.

(Sumitro)