5 July 2020, 19:27

4 Oknum Wartawan Jadi TSK, Polres Pemalang Kembangkan Penyidikan Dari Kades Korban Pelaku

daulat.co – Polres Pemalang menetapkan 4 oknum wartawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan kepala desa (kades) di Kabupaten Pemalang. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keempatnya langsung dilakukan penahanan di ruang tahanan Mapolres setempat.

Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Suhadi saat dihubungi wartawan menyampaikan, peningkatan status keempat oknum wartawan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara pada Jumat 19 Juni 2020.

“Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, keempat pelaku kita tetapkan sebagai tersangka dan kita tahan,” kata dia.

Disampaikan, Polres Pemalang menjerat keempat pelaku dengan Pasal 368 jo 55 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Adapun keempat tersangka tersebut adalah JK dan BD, warga Pemalang, PM dan CH, warga Batang.

“Kita masih meminta keterangan korban-korban lainnya. Karena dari informasi yang kita terima, ada banyak korban,” kata Suhadi

Sementara itu Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Pemalang (Simongklang), Imam Wibowo, mengatakan, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan ADD, khususnya soal Penghasilan Tetap (Siltap) Kades di 91 desa yang disebut pelaku tidaklah benar.

Menurutnya, Siltap Kades sudah sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, Siltap Kades juga tertuang dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes). Dengan kata lain, APBDes adalah produk hukum Pemerintah Desa dan itu dibahas bersama bukan keputusan sepihak kades.

“Kesalahannya dimana? Kalau Siltap dianggap tidak benar, uji materi saja bukan malah mengancam ujung-ujungnya minta uang,” papar Imam.

Ia menambahkan, ketentuan besaran Siltap dalam APBDes mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup). Dalam prosesnya, Peraturan Desa (Perdes) tentang APBDes sebelum ditetapkan juga sudah dikonsultasikan ke Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Pemalang

“Kami menghormati proses hukum. Jadi masalah ini biar diproses hukum saja sesuai ketentuan,” ucap Imam mengenai proses hukum yang saat ini tengah bergulir di Polres Pemalang.

(Sumitro)

Read Previous

659 Warga Kebondalem Terima BLT APBD Kabupaten

Read Next

Kades Korban Pemerasan Oknum Wartawan Pemalang Mulai Buka Suara