15 September 2019

Eks Ketum PPP Didakwa Bersama-sama Menag Lukman

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy mendengarkan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy mendengarkan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat

daulat.co – Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Perbuatan itu diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Yang melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai
perbuatan berlanjut,” ucap jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan Rommy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Disebutkan dalam dakwaan, uang suap dari Haris seluruhnya mencapai Rp 325 juta. Adapun total yang diterima Romahurmuziy alias Rommy sebesar Rp 255 juta.

Rommy selain itu juga didakwa menerima suap sebesar Rp 91,4 juta dari mantan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muhamad Muafaq Wirahadi. Sebagian uang suapnya sebesar Rp 41,4 juta dipergunakan sepupu Rommy, Abdul Wahab, untuk keperluan kampanye.

“Sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji dengan nilai seluruhnya Rp 325 juta dari Haris Hasanudin,” ujar jaksa.

Dikatakan Jaksa, Rommy telah mengintervensi proses pengisian jabatan di Kemenag baik langsung maupun tidak langsung. Rommy dinilai telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai pejabat publik yaitu selaku anggota DPR.

Awalnya, Rommy diminta bantuan oleh Haris untuk memuluskan jabatan tinggi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Permintaan bantuan itu dilakukan Haris lantaran dia tak mempunyai akses langsung ke Menag Lukman.

Haris sebelumnya juga disarankan oleh Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer untuk menemui Rommy mengingat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah kader PPP yang mempunyai kedekatan khusus dengan Rommy.

Setelah adanya proses permintaan, Rommy kemudian menindaklanjutinya kepada Menag Lukman Hakim dan dilakukan segala upaya agar Haris dapat lolos. Padahal, Haris tengah menjalani hukuman disiplin, sedangkan syarat untuk proses seleksi itu tak pernah dijatuhi hukuman selama lima tahun.

“Oleh karena itu terdakwa memerintahkan Lukman Hakim Saifuddin agar Haris Hasanuddin tetap lolos seleksi administrasi. Menindaklanjuti hal itu, pada tanggal 31 Desember 2018 Mohamad Nur Kholis Setiawan atas arahan Lukman Hakim Saifuddin mementingkan Ahmadi selaku panitia pelaksana seleksi menambahkan dua orang peserta dalam Berita Acara Panitia Seleksi Nomor: 2/PANSEL/12/2018 yaitu HARIS HASANUDIN dan ANSHORI sebagai peserta yang lolos seleksi tahap administrasi,” ungkap Jaksa.

Atas perbuatannya, Rommy didakwa jaksa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Rangga Tranggana

Read Previous

Jadi Tersangka, Aspri Menpora Dijebloskan ke Bui

Read Next

Komisi VI Setujui Pagu Anggaran Kemendag dan Kemenkop UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *