daulat.co – Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen, mengatakan bahwa Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI-ASN) dan aplikasi MySAPK 2.0 dapat memberikan data yang berkualitas dalam melaksanakan pelayanan ASN terintegrasi.

Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan sebagai mekanisme updating data secara mandiri pada proses data kepegawaian. Tegasnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Pengembangan SI-ASN dan MySAPK 2.0 di Kalibata, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2018.

Menurut Suharmen, SI-ASN dan MySAPK 2.0 dikembangkan dengan tujuan agar mampu menjalankan percepatan manajemen data kepegawaian yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

Selain itu guna mendorong percepatan integrasi data tersebut, MySAPK 2.0 akan diawasi test security-nya oleh BKN. Saat ini SI-ASN dan My SAPK 2.0 dalam proses persiapan launching, tentunya setelah uji coba yang akan dipantau langsung oleh Kepala BKN.

Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN, Heni Sri Wahyuni, menjelaskan, SI-ASN merupakan dashboard monitoring data pegawai yang salah satunya mencakup Talent Management guna memantau kompetensi dan kinerja ASN beserta dokumen pendukungnya.

Selain itu, SI-ASN diharapkan juga mampu menjadi Whistle Blower System (WBS) pada instansi yang bersangkutan dalam menciptakan pelayanan yang transparan.

Lebih lanjut Heni menjelaskan, proyek ini menaruh concern pada security system, log in, dan pengembangan sistem yang mempertimbangkan risiko seminimal mungkin dalam proses update data kepegawaian.

“Ke depannya, SI-ASN dan MySAPK 2.0 dapat membuat perencanaan ASN yang lebih terukur dan dapat mengontrol semua layanan digital signature sehingga pelayanan menjadi lebih cepat,” ucap Heni.