daulat.co – Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan CPNS Tahun Anggaran (TA) 2018 melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan rekonsiliasi dan validasi data hasil integrasi nilai SKD dan SKB peserta rekrutmen CPNS Provinsi Papua, Kamis, (8/8/2019).

Rencananya, hasil rekonsiliasi dan validasi data akan dibahas dalam rapat tim Panselnas yang dipimpin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB). Selanjutnya diolah dan disampaikan hasilnya secara elektronik Kepala BKN kepada instansi pembuka rekrutmen untuk diumumkan kepada publik.

Proses rekonsiliasi data di Kantor Pusat BKN Jakarta dilakukan 30 perwakilan dari BKD Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua dan dipandu secara khusus oleh Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen ASN (PPSR).

Kepala Pusat PPSR Heri Susilowati mengatakan tahapan Rekonsiliasi Data CPNS merupakan bagian dari rangkaian proses pengolahan data CPNS dengan tujuan memastikan keakuratan data. Hal senada juga disampaikan Direktur Pengadaan dan Kepangkatan Ibtri Rejeki.

“Tujuan dari rekonsiliasi ini untuk memperoleh data yang valid dan disetujui oleh kedua belah pihak,” kata dia.

Pada proses rekonsiliasi data CPNS Provinsi Papua Barat sebelumnya, Deputi BKN Bidang Mutasi Kepegawaian Aris Windiyanto sudah menyebutkan BKN mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memproses hasil tes untuk formasi di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Hal ini dilakukan agar sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 tahun 2019 tentang Pengadaan CPNS Penetapan Kebutuhan Formasi tahun 2018 pada Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat, dimana pelaksanaanya baru dapat dilakukan pada TA 2019.